Detail-detail bangunan yang unik, bahkan juga tersedia homestay untuk anda-anda yang ingin lebih mendalami kehidupan ala masyarakat Bali Desa ini merupakan salah satu objek wisata yang harus dikunjungi. Benar-benar asri dan menggambarkan dengan baik desa asli Bali. Masyarakatnya ramah-ramah, udara sejuk, desanya bersih dan lokasinya mudah dicapai dengan kendaraan bermotor.
Desa ini juga sudah beberapa kali menjadi lokasi syuting sinetron dan menjadi tempat untuk mengambil foto-foto pre wedding.Datang bersama pasangan atau keluarga sangat mengasyikan dan kita bisa bercengkrama dengan penduduk setempat. O iya semua tempat di desa ini merupakan lokasi foto yang sangat menarik, jadi jangan lupa untuk berfoto-foto sepuasnya di sini.
Yang wajib dilakukan disini adalah mengunjungi salah satu rumah dan melihat bagaimana rumah tradisional di desa ini. Semua rumah dapat dikunjungi dan kita juga dipersilahkan melihat seluruh bagian rumah. Yang unik, di rumah panggungnya, semua aktivitas dilakukan di 1 ruangan kecil. Termasuk perapian di dalam rumahnya.
Jadi, sisihkan waktu yang cukup untuk belajar sejarah dan budaya di sini, Karena selain memiliki pemandangan yang indah untuk foto, kekayaan budayanya bikin kita ingin berlama-lama.
Desa Penglipuran yang berada di Kecamatan Bangli ini pernah meraih predikat sebagai desa terbersih di dunia dan mendapat penghargaan Kalpataru. Desa ini resmi menjadi desa wisata sejak tahun 1993. Desa ini juga terkenal karena menampilkan budaya Bali dengan berbagai bangunan, kerajinan dan makanan tradisional.
Memiliki luas 112 hektar yang terdiri dari area rumah penduduk, ladang dan hutan bambu desa wisata ini masih sangat menjaga kehidupan tradisional.Rumah-rumah bergaya Bali berderet rapi di kanan dan kiri jalan , sementara jalanan di bagian tengah terbuat dari bebatuan, pohon dan bunga juga menghiasi tepian jalan membuat suasana desa ini terlihat menarik
.
Dari pintu masuk, kita bisa berjalan ke arah kiri terlebih dahulu dan menyusuri jalan dengan rumah-rumah khas. Hampir di setiap rumah pemiiknya akan menawarkan kerajinan tangan ataupun makanan dan minuman yang dijual kepada pengunjung. Di arah berlawanan selain rumah penduduk juga terdapat Pura Penataran yang cukup besar, jika pengunjung berjalan terus, di belakang pura terdapat hutan bambu yang cukup luas dan menyejukkan .
Melakukan perjalanan wisata dengan cuaca seperti sekarang dimana hujan bisa turun kapan saja, membuat kita harus selalu menjaga kesehatan dan untuk menghindari masuk angin bawalah selalu tolak angin yang terbukti mengatasi masuk angin dengan kemasan yang mudah dibawa kemana saja tidak ada alasan untuk tidak membawa tolak angin.
Di Desa Penglipuran juga terdapat peraturan yang harus dipatuhi antara lain, setiap pengunjung wajib membeli tiket, pengunjung wajib menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya, pengunjung wajib menjaga barang bawaannya, pengunjung wajib memarkir kendaraan di tempat yang telah ditentukan, setiap pengunjung yang akan memasuki tempat suci /pura diwajibkan memakai pakaian adat dan didampingi pemandu, setiap pengunjung yang akan menerbangkan drone wajib melapor untuk memperoleh surat ijin serta pengunjung yang ingin menginap harap melapor kepada petugas
Desa Panglipuran adalah salah satu desa adat di Bali yang terkenal dengan keindahan, kebersihan, serta tradisi yang masih dijaga dengan baik. Desa ini terletak di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Dengan arsitektur khas Bali dan lingkungan yang asri, Panglipuran sering disebut sebagai salah satu desa terbersih di dunia.
Sejarah dan Asal-usul
Nama "Panglipuran" berasal dari kata Pangling (mengenang) dan Pura (tempat suci), yang berarti mengenang para leluhur. Konon, masyarakat desa ini berasal dari daerah Bayung Gede dan memegang teguh adat istiadat warisan leluhur mereka.
Keunikan Desa Panglipuran
-
Arsitektur Tradisional
Setiap rumah di Panglipuran memiliki gerbang khas yang disebut angkul-angkul dan dibangun dengan pola yang seragam. Hal ini mencerminkan filosofi kehidupan masyarakat Bali yang harmonis dengan alam dan sesama. -
Desa Tanpa Kendaraan Bermotor
Panglipuran sangat menjaga kebersihan dan ketertiban. Kendaraan bermotor tidak diperbolehkan masuk ke dalam area utama desa, sehingga udara tetap segar dan lingkungan tetap asri. -
Tata Letak Berbasis Konsep Tri Mandala
Tata letak desa mengikuti konsep Tri Mandala, yang membagi wilayah desa menjadi tiga bagian utama:- Utama Mandala (wilayah suci, tempat pura)
- Madya Mandala (tempat tinggal masyarakat)
- Nista Mandala (area pemakaman dan kebun)
-
Kehidupan Sosial dan Budaya
Masyarakat Panglipuran masih menjalankan tradisi-tradisi adat seperti upacara keagamaan, gotong royong, serta hukum adat yang melarang pernikahan poligami.
Daya Tarik Wisata
Sebagai destinasi wisata, Desa Panglipuran menawarkan berbagai pengalaman unik, seperti:
- Berjalan-jalan menikmati suasana desa yang bersih dan asri
- Mengunjungi rumah-rumah tradisional dan berinteraksi dengan warga setempat
- Melihat Pura Desa yang sakral dan penuh nilai spiritual
- Menjelajahi Hutan Bambu Panglipuran yang indah dan sejuk
Kesimpulan
Desa Panglipuran bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga simbol pelestarian budaya dan lingkungan. Dengan tata kelola yang baik dan masyarakat yang disiplin, desa ini menjadi contoh bagaimana tradisi dan modernitas dapat berjalan berdampingan.
Jika Anda berkunjung ke Bali, Desa Panglipuran adalah tempat yang wajib dikunjungi untuk merasakan ketenangan dan keindahan desa adat yang masih lestari.
Post a Comment for "Desa Panglipuran"